| 26 Oktober 2026 M / 14 Jumadil Awwal 1448 H | |
LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menangani dampak hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kota Lhokseumawe pada Minggu (25/10/2026) malam. Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Lhokseumawe, kejadian tersebut mengakibatkan sekitar 30 pohon tumbang, 27 kios di kawasan Waduk Pusong, Kecamatan Banda Sakti, mengalami kerusakan, serta satu unit rumah di Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, turut terdampak.
Respons cepat ditunjukkan melalui keterlibatan langsung jajaran Pemerintah Kota Lhokseumawe di lapangan. Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Lhokseumawe, Said Bachtiar, S.T., M.T., bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe, Bukhari, S.Sos., M.Si., Plt. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setdako Lhokseumawe, Musliadi, S.E., yang akrab disapa Bayu, Kepala Bagian Umum Setdako Lhokseumawe, Mulkan, S.T., serta jajaran terkait lainnya, turun langsung melakukan pembersihan pohon tumbang di sekitar Waduk Pusong. Langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan dampak bencana dan pemulihan kondisi di lokasi terdampak.
Berdasarkan laporan BPBD, sebanyak 28 pohon tumbang terjadi di kawasan Waduk Pusong, satu pohon di depan KUA Gampong Keude Aceh, dan satu pohon di depan Pos RAPI Gampong Mon Geudong, seluruhnya di Kecamatan Banda Sakti. Sejumlah pohon tumbang dilaporkan menimpa rumah dan kendaraan serta mengganggu akses jalan. Sementara itu, angin kencang menyebabkan kerusakan pada 27 kios di Waduk Pusong dan satu unit rumah di Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua.
Informasi kejadian diterima Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Lhokseumawe pada pukul 20.30 WIB. Setelah menerima laporan, petugas segera bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan satu unit mobil operasional TRC jenis L300 dan satu unit mobil double cabin untuk melakukan penanganan serta evakuasi. Dalam laporan tersebut, waktu respons awal tercatat sekitar lima menit sejak informasi diterima.
Penanganan di lapangan melibatkan personel TRC BPBD Regu A, B, dan C, bersama unsur TNI, Polri, Redkar, RAPI, ERPA, serta masyarakat. Hingga laporan sementara diterbitkan pada pukul 23.36 WIB, pendataan dampak kerusakan dan korban masih berlangsung. Data mengenai jumlah korban luka, warga yang pingsan, dan kemungkinan korban lainnya belum dipastikan karena masih dalam proses pendataan.
Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui BPBD terus melakukan penanganan di lokasi terdampak dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan deras dan angin kencang. Warga juga diminta berhati-hati saat melintasi kawasan yang masih terdapat pohon tumbang atau sedang dilakukan pembersihan. Masyarakat diharapkan segera melaporkan kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan agar dapat ditangani oleh petugas terkait.