Kemiskinan Lhokseumawe Turun, Wali Kota Sayuti Abubakar: Ini Hasil Kerja Bersama (Rabu, 14 Oktober 2026)
Lhokseumawe – Angka kemiskinan di Kota Lhokseumawe terus menunjukkan penurunan. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lhokseumawe, persentase penduduk miskin turun dari 9,01 persen pada 2025 menjadi 8,85 persen pada 2026.
Capaian tersebut menempatkan Kota Lhokseumawe pada peringkat ketiga dengan tingkat kemiskinan terendah di Provinsi Aceh, setelah Kota Banda Aceh sebesar 5,26 persen dan Kota Langsa sebesar 7,90 persen.
Capaian ini menjadi salah satu indikator positif dari upaya Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan pengentasan kemiskinan.
Jumlah penduduk miskin di Lhokseumawe juga berkurang dari 19,90 ribu jiwa pada 2025 menjadi 19,81 ribu jiwa pada 2026. Angka kemiskinan Lhokseumawe tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Aceh yang mencapai 12,34 persen.
“Alhamdulillah, angka kemiskinan di Lhokseumawe terus menurun. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja dan memastikan program pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H.
Penurunan angka kemiskinan tersebut turut memperkecil selisih tingkat kemiskinan Kota Lhokseumawe dengan rata-rata nasional, dari 0,94 poin persentase pada 2025 menjadi 0,78 poin persentase pada 2026. Perkembangan ini menjadi dorongan bagi Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk terus memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sayuti mengatakan, pemerintah akan terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan UMKM, serta perluasan kesempatan kerja sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kami ingin masyarakat semakin mandiri secara ekonomi dan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meningkatkan taraf hidupnya. Upaya ini akan terus kami dorong secara berkelanjutan,” tutupnya.