Saturday, 18 November 2017
 
26.43 ℃
   
Kunjungan Hari Ini : 342, Total : 68012
 
  Allah SWT berfirman "Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik." (QS. Al-Israa': 18-19)     
PAGELARAN RAPA'I UROUH SE-KOTA LHOKSEUMAWE (Senin, 2017-11-13)



Lhokseumawe ~ Wakil Walikota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad, SE, MSM membuka Pagelaran Rapa’i Urouh se-Kota Lhokseumawe. Pagelaran berlangsung di Lapangan Hiraq, MInggu (12/11).
Aceh merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kesenian tradisional yang menarik dan populer. Kesenian Aceh sangat menarik, karena menonjolkan ke-khasannya tersendiri dan mengandung unsur estetis sesuai dengan ciri kepribadian masyarakat Aceh yang Islami dengan diisi semangat ke-Islaman.
“Kesenian tradisional Aceh sangat menarik dan populer, karena menonjolkan ke-khasannya tersendiri dan mengandung unsur estetis sesuai dengan ciri kepribadian masyarakat Aceh yang Islami”, ujar Wakil Walikota Yusuf Muhammad.
Salah satunya adalah kesenian perkusi tradisional aceh atau yang dikenal dengan nama rapa’i, yang berfungsi sebagai pengatur tempo dan ritme dalam sebuah pertunjukan.
“Rapa’i yang merupakan kesenian warisan indatu, harus terus dijaga dan dilestarikan, sehingga tidak hilang ditelan zaman. Hal ini sesuai dengan pepatah Aceh yang berbunyi “Peunajoh Timphan, Piasan Rapai”, yang berarti “Makanan Khas Aceh adalah Timphan, Kesenian Musik adalah Rapa’i”, sambungnya.
“Dengan kesenian yang terus dijaga dan berkembang serta mengakar dalam sanubari setiap masyarakat Aceh, diharapkan dapat menarik wisatawan, baik lokal maupun internasional untuk berkunjung. Dengan berkembangnya pariwisata melalui kesenian, tentunya akan menaikkan taraf hidup masyarakat itu sendiri”, demikian pungkas Yusuf Muhammad.
Acara dirangkai dengan Launching Rapa’i Urouh sebagai ikon budaya Aceh, yang ditandai dengan penabuhan Rapa’i massal oleh 400 seniman Rapa’i dari Gampong dalam wilayah Kota Lhokseumawe. Selain itu, turut disertifikasi tas bermotif Aceh terbesar oleh Museum Rekor Indonesia, yang diproduksi perajin binaan BI Kantor Perwakilan Lhokseumawe.

 
 
 
 
 
 
Best Viewed with Resolution 1024 x 768
Copyright © 2017 - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Lhokseumawe