Saturday, 18 November 2017
 
26.43 ℃
   
Kunjungan Hari Ini : 342, Total : 68012
 
  Allah SWT berfirman "Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik." (QS. Al-Israa': 18-19)     
UPACARA HARI PAHLAWAN TAHUN 2017 (Minggu, 2017-11-12)



Lhokseumawe ~ Wakil Walikota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad, SE, MSM bertindak selaku Inspektur pada Upacara Hari Pahlawan Tahun 2017. Upacara berlangsung di Lapangan Hiraq, Jum’at (10/11).
Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa, dalam amanatnya yang dibacakan Wakil Walikota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad, SE, MSM menyampaikan bahwa esensi peringatan Hari Pahlawan adalah untuk mengenang para pendahulu, pahlawan dan perintis kemerdekaan, para pendiri Republik Indonesia. Para Pahlawan dengan segenap pemikiran, tindakan dan gerakan perjuangan kolektif yang dilakukan, sehingga saat ini kita semua bisa menikmati hidup di bumi Indonesia.
Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017 mengambil tema “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”. Ini diperlukan agar Republik Indonesia tetap berdiri tegak, menjadi besar dan terus memberi sumbangan sebagai bagian dari persaudaraan ummat manusia di dunia. Dalam era kemajuan global seperti ini, negara-negara di Asia dianggap sebagai kutub-kutub baru kemajuan peradaban dunia. Oleh karena itulah, persatuan indonesia bukan hanya sebuah imperatif yang harus dirawat sebagai suatu bangsa. Namun lebih dari itu, persatuan Indonesia adalah sebuah prasyarat untuk menjadi bagian dari kekuatan yang tengah tumbuh, The Rising Force, bersama dengan bangsa-bangsa lain yang saat ini menjadi sorotan kemajuan untuk menjadi menara-menara baru pembawa obor kemanusiaan.
Selain itu, semangat kebangsaan yang dikenang di Hari Pahlawan adalah sebuah nasionalisme yang dilandasi oleh kemanusiaan universal, bukan nasionalisme yang sempit. Sebuah nasionalisme yang oleh Bung Karno diikrarkan bahwa “My Nationalism is Humanity”. Prinsip yang dibangun oleh sebuah landasan filosofis yang tinggi bahwa kita bukanlah makhluk egois, namun makhluk sosial yang menghimpun menjadi satu sebagai sebuah bangsa, yakni bangsa Indonesia.
Menutup amanatnya, Mensos RI mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri.

 
 
 
 
 
 
Best Viewed with Resolution 1024 x 768
Copyright © 2017 - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Lhokseumawe