Monday, 20 May 2019
 
28.38 ℃
   
Kunjungan Hari Ini : 166, Total : 352.796
 
  Allah SWT berfirman "Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik." (QS. Al-Israa': 18-19)     
PEMBUKAAN ACARA ESKPOS DATA KEMISKINAN MAKRO TAHUN 2018 DAN RANCANGAN PROFIL KEMISKINAN KOTA LHOKSEUMAWE (Kamis, 2018-12-27)



Lhokseumawe ~ Wakil Walikota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad, SE, MSM membuka acara Eskpos Data Kemiskinan Makro Tahun 2018 dan Rancangan Profil Kemiskinan Kota Lhokseumawe. Acara berlangsung di Aula Hotel Diana, Kamis (27/12).
Acara diikuti para Kepala dan perwakilan Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kota Lhokseumawe, perwakilan Camat dan perwakilan unsur Perbankan dalam wilayah Kota Lhokseumawe serta undangan.
Kegiatan eskpos penting untuk dilaksanakan, agar dapat diketahui kondisi kemiskinan di Kota Lhokseumawe, untuk dapat diakomodir ke dalam program pembangunan. Hal ini disampaikan Wakil Walikota Lhokseumawe pada pembukaan acara tersebut.
Menyikapi hal tersebut, Wakil Walikota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Lhokseumawe telah dan sedang melaksanakan program yang mencakup 4 (empat) Bidang Prioritas, yaitu Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, sambung Yusuf Muhammad.
Penjabaran bidang tersebut di atas dibagi dalam 3 (tiga) Klaster, yaitu Klaster I Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Bantuan dan Perlindungan Sosial. Selanjutnya, Klaster II, Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat dan Klaster III, Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Usaha Mikro, demikian pungkas Wakil Walikota.
Sebelumnya, Kepala BPS Kota Lhokseumawe, Yudi Yos Elvin melaporkan kepada Wakil Walikota Lhokseumawe bahwa kegiatan Ekspos dilaksanakan agar tersedia data penduduk miskin, sehingga program bantuan dapat lebih terarah dan tepat sasaran.
Yudi menambahkan, per Maret 2018, penduduk miskin Kota Lhokseumawe sebanyak 11,81%, berdasarkan survei sampel sosial ekonomi. Hal ini mengalami penurunan, yang pada tahun 2015 tercacat sekitar 12% atau setara dengan 12.183 rumah tangga miskin. Indikatornya adalah berdasarkan nilai pengeluaran dalam rupiah setiap rumah tangga.
Kepala BPS Kota Lhokseumawe mengharapkan partisipasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah Kota Lhokseumawe dalam memasukkan indikator profil kemiskinan mikro, agar data yang dihasilkan akurat dan program pengentasan kemiskinan dapat lebih fokus dan terarah.
 
 
 
 
 
 
Best Viewed with Resolution 1024 x 768
Copyright © 2017 - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Lhokseumawe