You are here: HomePemko
Pemko

Pemko

 

Lhokseumawe ~ Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya membuka acara Malam Penobatan Duta Wisata Kota Lhokseumawe Tahun 2017. Pembukaan berlangsung di Aula Hotel Lido Graha,Senin (24/4).

Duta Wisata Kota Lhokseumawe harus mampu berperan sebagai sumber informasi terkait dengan kepariwisataan di Kota Lhokseumawe, karena yang terlibat dalam dunia kepariwisataan dan mempromosikan pariwisata tidak hanya pemerintah daerah, namun juga masyarakat.

“Sesuai dengan Undang-Undang No. 10 Tahun 2009, yang terlibat dalam dunia kepariwisataan tidak hanya pemerintah daerah, namun juga masyarakat. Sehingga, Duta Wisata sebagai bagian dari masyarakat harus mampu berperan sebagai sumber informasi terkait dengan kepariwisataan di Kota Lhokseumawe”, kata Suaidi.

Sektor pariwisata, apabila dikelola dengan baik akan membawa banyak dampak positif, baik bagi para pelaku usaha wisata maupun masyarakat sekitar tempat lokasi wisata, antara lain adalah dampak ekonomi dan dampak lingkungan. Dari segi ekonomi, masyarakat dapat mendongkrak taraf kehidupan, sedangkan bagi lngkungan, dapat menjadikan lingkungan semakin bersih dan terawat.

“Duta Wisata merupakan aset daerah di bidang pariwisata. Namun demikian, Syariat Islam harus tetap dijadikan landasan dalam setiap kegiatan yang dilakukan, sehingga kegiatan pariwisata Aceh, khususnya Kota Lhokseumawe memiliki ciri yang meninggalkan kesan bagi para wisatawan”, pungkas Walikota Suaidi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Lhokseumawe, Zulkifli, S.Ag, M.Pd melaporkan kepada Walikota Lhokseumawe bahwa tahap pelaksanaan Duta Wisata mulai dari seleksi hingga karantina telah dilaksanakan dari tanggal 14-23 April 2017. Peserta yang mengikuti seleksi sebanyak 60 peserta, dan pada malam final terpilih 10 Agam dan Inong. Sedangkan juri terdiri dari akademisi dan alumni Duta Wisata.

WALIKOTA LHOKSEUMAWE: AL QUR'AN MERUPAKAN WAY OF LIFE

Published in berita
Selasa, 25 April 2017 04:41

 

Lhokseumawe ~ Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an Ke-XXXIII tingkat Kota Lhokseumawe Tahun 2017. Pembukaan berlangsung di Lapangan Hiraq, Jum’at (21/4) malam.

MTQ dilaksanaan bukan hanya untuk mencari prestasi, tapi bagaimana menjadikan Al-Qur ‘an sebagai way of life bagi setiap pribadi muslim. “Tujuan utama dari pelaksanaan MTQ adalah bukan hanya mencari prestasi semata, namun bagaimana menjadikan Al-Qur’an sebagai way of life bagi setiap pribadi muslim Kota Lhokseumawe”, ujar Walikota Suaidi.

“Dengan demikian, diharapkan dalam setiap berkegiatan, masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai dasar, sehingga nilai-nilai mulia yang terkandung didalamnya dapat diterapkan”, sambungnya.

“Pada akhirnya, tatanan kehidupan yang lebih aman, damai, adil, harmonis dan penuh toleransi serta tanggung jawab dapat diwujudkan. Karena Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang yang melarang umatnya mempraktekkan segala bentuk kekerasan”, pungkas Suaidi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe, T. Mansur, S.Ag, M.Si melaporkan kepada Walikota Lhokseumawe bahwa MTQ dilaksanakan dari tanggal 21-26 April 2017 bertempat di Lapangan Hiraq, Masjid Jami’ dan SMK Negeri 2 Lhokseumawe. Jumlah peserta sebanyak 176 orang, yang merupakan khafilah dari 4 (empat) Kecamatan di Kota Lhokseumawe. Para peserta akan mengikuti 7 (tujuh) cabang lomba, yaitu Tilawah,Hifzhil Qur’an, Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Khattil Qur’an dan Tafsir Qur’an, serta MMQ, masing-masing untuk tingkat anak-anak, remaja dan dewasa.

 

Lhokseumawe ~ Asisten Administrasi Umum Setda. Kota Lhokseumawe, Miswar, SE, M.SP menghadiri acara Wisuda Santriwan/wati Pesantren Modern Misbahul Ulum Angkatan XX dan Madrasah Aliyah Misbahul Ulum Angkatan XXIII. Wisuda berlangsung di GOR Misbahul Ulum,Kamis (20/4).

Para Alumni yang diwisuda, nantinya akan menjadi tulang punggung bangsa yang kokoh, sehingga harus dibekali akhlak yang luhur, cerdas, mandiri, kepribadian yang tinggi dan ilmu pengetahuan yang luas serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Karenanya, pendidikan agama sangat berperan penting untuk mencegah rusaknya moralitas anak bangsa untuk menghadapi dampak negatif era globalisasi yang telah mewabah ke berbagai bidang kehidupan masyarakat.

“Alumni yang baru saja diwisuda merupakan tulang punggung bangsa yang kokoh di masa depan. Mereka harus dibekali akhlak yang luhur, cerdas, mandiri, kepribadian yang tinggi dan ilmu pengetahuan yang luas serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi”, kata Miswar, SE, M.SP.

“Solusinya adalah dengan bekal pendidikan agama, guna mencegah rusaknya moralitas anak bangsa dalam menghadapi dampak negatif era globalisasi yang telah mewabah ke berbagai bidang kehidupan masyarakat”, tambahnya.

“Pemerintah Kota Lhokseumawe mendukung dan menyambut baik segala langkah dan ikhtiar bagi kemajuan dunia pendidikan. Untuk itu, mari bersama bergandengan tangan dalam melahirkan sumber daya manusia yang handal”, pungkas Miswar.

Acara wisuda dihadiri para pengurus Yayasan, Ketua DPR Aceh, Kakan Kemenag Kota Lhokseumawe, perwakilan Unsur Forkopimda Kota Lhokseumawe orang tua santriwan/wati dan undangan. Jumlah santriwan/wati yang diwisuda sebanyak 160 orang.

 

Lhokseumawe ~ Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya mengukuhkan Kepala Bagian dan Kepala Sub Bagian pada Badan Pelaksana Baitul Mal Kota Lhokseumawe. Pengukuhan berlangsung di Aula Muslimah Masjid Agung Islamic Center, Rabu (19/4).

Para Kabag dan Kasubbag yang dilantik harus dapat mengoptimalkan pengelolaan dan pendistribusian zakat dan harta agama, agar Baitul Mal Kota Lhokseumawe semakin profesional.

“Kepada para Kabag dan Kasubbag yang telah dikukuhkan agar dapat bekerja maksimal, sehingga zakat dan harta agama yang ada dapat terkelola dan terdistribusi dengan baik”, ujar Walikota Suaidi.

“Dengan terkelolanya zakat dengan baik, diharapkan masyarakat yang mengalami masalah kesejahteraan dapat teratasi secara bertahap dan masyarakat tersebut dapat mandiri”, sambung Suaidi.

“Untuk itulah, diperlukan manajemen yang baik, sehingga Baitul Mal Kota Lhokseumawe semakin amanah dan profesional”, demikian pungkasnya.

4 (empat) Kepala Bagian yang dikukuhkan adalah Kabag Pengumpulan, Pendistribusian dan Pendayagunaan, Sosialisasi dan Pengembangan serta Kabag Perwalian. Sedangkan Kasubbag yang dikukuhkan sebanyak 8 (delapan) Kasubbag.

 

Lhokseumawe ~ Asisten Administrasi Umum Setda. Kota Lhokseumawe, Miswar, SE, M.SP membuka acara Festival Kuliner. Pembukaan berlangsung di Lapangan KP-3, Sabtu (8/4).

Festival Kuliner dengan tema “Lhokseumawe Beranda Depan Indonesia” dihadiri Direktur Keuangan Pelindo 1, Farid Luthfi, Kabid Promosi Dinas Pariwisata Aceh, Ramdani, GM Pelindo 1, Prahardi, Corporate Secretary Pelindo 1, M. Eriansyah dan perwakilan unsur Muspida Kota Lhokseumawe serta undangan.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan rapa’i oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kota Lhokseumawe dan Direktur Keuangan Pelindo 1, dilanjutkan dengan pengguntingan pita pada stand Pelindo serta diisi dengan bazar kuliner lokal, nasional dan penampilan kesenian Aceh serta demo masak oleh chef nasional.

Kuliner merupakan salah satu faktor pendukung yang dapat mempromosikan suatu daerah untuk dapat dikenal di dunia luar. Bidang kuliner harus mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga dapat memperbaiki taraf kehidupan para pelakunya.

“Promosi suatu daerah, untuk dapat dikenal oleh dunia luar dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah melalui bidang kuliner. Untuk provinsi Aceh, khususnya Kota Lhokseumawe, kuliner diharapkan dapat memikat dan menarik wisatawan berkunjung.”, kata Miswar.

“Oleh karenanya, Pemerintah Kota Lhokseumawe sangat mendukung dengan kegiatan yang dilaksanakan, karena dapat menggerakkan roda perekonomian para pelaku kuliner, khususnya di Kota Lhokseumawe”, sambungnya.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Pelindo 1, Farid Luthfi menyampaikan bahwa acara Festival Kuliner diharapkan dapat menciptakan multiplier effect, sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Selain itu, acara juga merupakan salah satu upaya dari Pelindo lebih memperkenalkan potensi kuliner Aceh, khususnya Lhokseumawe. Dengan demikian, kuliner mampu menjadi motor perekonomian masyarakat.

 

Lhokseumawe ~ Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya menyerahkan bantuan untuk korban kebakaran Gampong Pusong Lama, bertempat di Meunasah Gampong Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kamis (6/4).

Dalam kesempatan penyerahan bantuan itu, Walikota Lhokseumawe menyampaikan agar para korban dapat selalu bersabar dalam menghadapi cobaan yang sedang dihadapi.

"Saya berpesan kepada seluruh korban yang sedang tertimpa musibah agarselalu bersabar, karena kita tidak pernah tau kapan akan terjadi musibah dan hikmah apa yang ada dibalik setiap musibah yang menimpa”, kata Walikota Suaidi.

Pemko Lhokseumawe, melalui Dinas Sosial Kota Lhokseumawe menyerahkan bantuan masa panik, berupa bahan makanan, dan pakaian. Dalam kesempatan penyerahan tersebut, Walikota Lhokseumawe meninjau lokasi kebakaran yang turut didampingi Sekda Kota Lhokseumawe, para Asisten Setdako Lhokseumawe dan Kepala SKPD Lhokseumawe.

Sebagaimana diketahu, kebakaran menghanguskan 9 (sembilan) rumah di Gampong Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti pada Rabu (5/4) malam. Kebakaran menyebabkan 12 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 43 jiwa kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke Meunasah desa setempat.

WALIKOTA LHOKSEUMAWE BUKA PEMILIHAN IMUM TELADAN

Published in berita
jumat, 07 April 2017 08:25

 

Lhokseumawe ~ Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya membuka acara Pemilihan Imum Masjid dan Imum Gampong Teladan dalam wilayah Kota Lhokseumawe Tahun 2017. Pembukaan berlangsung di Aula Gedung Hasbi As-Siddiqi, Rabu (5/4).

Imam menurut bahasa dan istilah adalah pemimpin atau pemuka. Dalam hal ini, dimaksudkan pemimpin atau pemuka dalam berbagai aspek kehidupan umat. Sehingga peran imam sangat penting dan strategis di tengah-tengah masyarakat.

“Imam menurut pengertian bahasa adalah seorang pemimpin, dalam hal ini berarti pemimpin dalam segala aspek kehidupan. Untuk itu, seorang imam harus dapat menjadi panutan dan teladan bagi umat, karenanya posisi imam di tengah masyarakat sangat penting dan strategis”, ujar Walikota Suaidi.

“Diantara peran imam adalah sebagai pemersatu umat, imam harus dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan umat. Artinya, seorang imam harus bersikap netral dalam menyikapi pertentangan atau perbedaan. Dengan cara persuasif, mengajak jamaah kepada kebenaran, karena hakikat da’wah adalah mengajak”, sambungnya.

“Yang juga penting adalah membentengi aqidah umat. Derasnya arus informasi dan budaya serta pemahaman sesat dan radikal dapat merusak aqidah umat. Untuk itu, diperlukan aqidah yang kuat. Disinilah peran imam dalam membina secara intensif aqidah umat sangat diperlukan. Oleh karenanya, saya berpesan agar para imam senantiasa aktif menjaga umat dari hal-hal yang dapat merusak aqidah”, demikian pungkas Tgk. Suaidi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe, T. Mansur, S.Ag, M.Si melaporkan kepada Walikota Lhokseumawe bahwa imam yang akan dipilih untuk berangkat umrah pada tahun 2017 sebanyak 50 orang yang terdiri dari 23 Imum Masjid dan 27 Imum Gampong serta pendamping 5 orang. Dewan Hakim yang akan menjadi penilai sebanyak 12 orang yang berasal dari unsur MPU, LPTQ dan IPQAH Kota Lhokseumawe. Selanjutnya, dari kalangan Akademisi dan Imum Masjid.

 

Lhokseumawe ~ Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pesantren An Nahla. Peletakan batu pertama berlangsung di Komplek Panggoi Indah, Senin (27/3).

Islam menempatkan pendidikan sebagai pondasi berlangsungnya agama. Karena pendidikan dapat mencetak generasi Islami yang dapat membentengi aqidah umat dari hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. “Sebagai pondasi dasar beragama, Islam memandang pentingnya pendidikan untuk mencetak generasi Islami yang mampu membentengi aqidah umat dari hal-hal yang mencemarinya”, ujar Suaidi Yahya.

“Oleh karenanya, kepada seluruh pengurus, dewan guru dan santri agar dapat menjaga dan merawat serta mamanfaatkan lembaga ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga tujuan utama pembangunan dan pendirian pesantren dapat tercapai”, pungkas Suaidi.

Sebelumnya, Pimpinan Pondok Pesantren An Nahla, Tgk. Ali Imran melaporkan kepada Walikota Lhokseumawe bahwa santriwan/wati yang menimba ilmu di An Nahla berjumlah 130 orang, dengan rincian 100 orang tinggal di asrama dan 30 orang tidak tinggal di asrama.

An Nahla juga telah memiliki SMP Berbasis Pesantren (SMP BP) yang mengintegrasikan kurikulum pendidikan agama selain kurikulum pendidikan dari Dinas Pendidikan.

Acara peletakan batu pertama dihadiri oleh Abu Manan yang turut memberikan tausyiah. Selain itu turut hadir, Sekda Kota Lhokseumawe, Bukhari, A.Ks, MM, Asisten I, II dan III Setdako Lhokseumawe, Kepala SKPK Lhokseumawe, Kepala Kantor Kemenag Kota Lhokseumawe, Ketua IPQAH, Ketua LPTQ, perwakilan unsur Perbankan serta para orang tua santri.

 

Lhokseumawe ~ Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Kota (RKPK) Lhokseumawe Tahun 2018. Pembukaan berlangsung di Aula Kantor Walikota Lhokseumawe,Kamis (27/3).

Filosofi dasar dari Musrenbang adalah membangun pelibatan masyarakat dalam setiap detak pembangunan serta bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat disamping sebagai tahapan bagi pedoman dalam memadukan berbagai potensi guna menghadapi berbagai tantangan. “Musrenbang memiliki filosofi pelibatan masyarakat, artinya harus benar berasal dari, oleh dan untuk masyarakat. Disamping itu, juga sebagai landasan dalam memadukan, menselaraskan dan mensinergikan berbagai potensi, kekuatan dan peluang guna menghadapi tantangan yang ada”, ujar Walikota Suaidi.

“Untuk itu, saya ingatkan agar Musrenbang harus dapat menjadi wadah meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM, pemantapan pembangunan infrastruktur dan penguatan potensi ekonomi kerakyatan serta pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)”, pungkas Suaidi.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Acara, Amiruddin MZ, SE, MM melaporkan kepada Walikota Lhokseumawe bahwa Musrenbang bertujuan untuk sinkronisasi program yang bersifat penting dan mendesak, mempunyai dampak nyata, terukur dan langsung dirasakan oleh masyarakat. Peserta Musrenbang berasal dari SKPK Lhokseumawe dan seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Kepala Bappeda Aceh, yang diwakili Kasubbid Prasarana Wilayah dan Perumahan, Eka Fristina Putri menyampaikan bahwa output yang ingin dicapai melalui Musrenbang adalah kesepakatan dan komitmen yang strategis dalam rangka mendukung optimalisasi pelaksanaan pembangunan secara keseluruhan. Selain itu, Musrenbang benar-benar harus memperhatikan aspek pemerataan, keadilan, mempunyai daya ungkit dan berkelanjutan serta merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh stake-holder.

 

Lhokseumawe ~ Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, Bukhari, A.KS, MM bertindak selaku Pembina pada Apel memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Perawat Nasional Indonesia (HUT PPNI) ke-43 Tahun 2017. Apel berlangsung di halaman Kantor Walikota Lhokseumawe, Jum’at (17/3).

Sekda Kota Lhokseumawe yang membacakan sambutan Dewan Pengurus Pusat PPNI, mengatakan bahwa Persatuan Perawat Nasional Indonesia senantiasa mendampingi masyarakat Indonesia menghadapi tantangan kesehatan dari masa ke masa, sesuai dengan tema HUT PPNI ke-43 Tahun 2017 yaitu “Gerakan Perawat Mendukung Masyarakat Sehat”.

Selama satu dekade terakhir, masalah kesehatan di Indonesia mulai bergeser dari masalah kesehatan infeksi menjadi masalah kesehatan akibat penyakit tidak menular. Oleh karenanya, Pemerintah telah meluncurkan program Gerakan Masyarakat Sehat atau Germas, yang merupakan salah satu upaya pembangunan kesehatan yang dilaksanakan pemerintah untuk meningkatkan   kualitas hidup bangsa. Program ini dilaksanakan dengan cara melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, meningkatkan konsumsi buah dan sayur serta pemeriksaan kesehatan rutin setiap 6 bulan sekali.

Selain itu, Germas merupakan momentum untuk meningkatkan keterlibatan perawat sebagai tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun di masyarakat. Perawat merupakan profesi kesehatan yang terlibat dalam setiap tahap rentang upaya kesehatan, mulai dari tindakan promotif, preventif, kuratif, sampai dengan rehabilitatif. Peranan yang komprehensif ini merupakan potensi besar yang perlu dimanfaatkan. Perawat dengan penguasaan keilmuan yang menyeluruh dapat terlibat dalam upaya penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan dini.

Page 1 of 28

Social Icons

Map

Kantor Walikota Lhokseumawe

Jl. Merdeka I No. 02

Kota Lhokseumawe

Telp : (0645) 48447
Fax  : (0645) 48447

email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.